fbpx

   Kampus Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta identik sebagai kampus MERAH PUTIH. Merah Putih sebagai perwujudan lambang bendera nasional, dianggap sebagai “Faktor Integrasi” yang dimotivasi jiwa persatuan dan kesatuan yang dilandasi semangat nasionalisme dan patriotisme berdasarkan Pancasila dan UUD’45. Oleh karena itu adanya keaneka-ragaman sebagai perwujudan dinamika kehidupan kampus senantiasa dikembalikan kepada motto Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda namun tetap satu. Nama 17 Agustus 1945 Jakarta dipakai sebagai nama Universitas untuk mengabadikan peristiwa bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Disamping itu juga merupakan komitmen Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 Jakarta untuk ikut serta mewujudkan salah satu cita-cita kemerdekaan yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesadaran nasional untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 Jakarta. Visi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta adalah : Tahun 2020 menjadi salah satu Universitas Swasta terbaik di Indonesia dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bersinergi dengan wirausaha dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta didirikan dengan tujuan diantaranya adalah menghasilkan penelitian yang berorientasi pada problem solving sesuai dengan keunikan masing-masing program studi dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

    Guna mendukung tercapainya tujuan Universitas tersebut maka dirintislah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UTA’45. Tugas LPPM UTA’45 Jakarta adalah melaksanakan, mengkoordinasikan, memantau pelaksanaan penelitian dan pengabdian pada masyarakat, serta ikut membangun kompetensi sumber daya manusia yang diperlukan. LPPM juga diharapkan menjadi bagian dari anggota masyarakat ilmiah Indonesia, memberikan kontribusi dalam bentuk penelitian dan pengembangan IPTEKS berbasis warna khas Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.

    Ditjen Dikti melakukan pengukuran kinerja penelitian setiap perguruan tinggi. Pengukuran kinerja penelitian tersebut didasarkan pada hasil analisis sumber daya penelitian, manajemen penelitian, luaran penelitian, dan revenue yang diperoleh sebagai tindak lanjut dari hasil-hasil penelitian perguruan tinggi. Hasil pengukuran kinerja akan memberikan gambaran kapasitas penelitian setiap perguruan tinggi. Berdasarkan hasil penilaian tersebut selanjutnya perguruan tinggi dikelompokkan kedalam 4 (empat) kelompok, meliputi kelompok mandiri, utama, madya, dan binaan. Penilaian kinerja penelitian dilakukan setiap 3 (tiga) tahun sekali berdasar indicator-indikator capaian yang ditetapkan. Pengelompokan ini mempunyai konsekuensi terhadap hak dan kewajiban perguruan tinggi dalam pengelolaan penelitian, termasuk hak untuk mendapatkan alokasi dana penelitian sesuai dengan statusnya. Perguruan tinggi dengan kinerja penelitian yang sudah baik perlu terus didorong dengan dukungan pendanaan yang memadai, sedang perguruan tinggi yang masih memerlukan pembinaan, perlu dibantu peningkatan kinerja penelitiannya.

    Klasifikasi Kinerja Penelitian UTA’45 Jakarta sendiri pada tahun 2013 sampai 2015 adalah termasuk kluster Binaan, tahun sebelumnya tidak masuk dalam kluster manapun. Selanjutnya dengan berbagai keterbatasan yang ada tidak menjadi halangan karena dilandasi semangat tinggi untuk segera bisa meraih kluster yang lebih tinggi. Semangat dan dukungan pimpinan menjadi sebuah energi dalam meraih kinerja yang lebih baik. Strategi road show sosialisasi skema penelitian eksternal di semua program studi menjadi pilihan dan menjadi prioritas utama program Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UTA’45 Jakarta. Program ini menjadi sangat efektif untuk meningkatkan partisipasi dosen dalam mengakses hibah penelitian melalui kompetisi. Hasil kinerja penelitian tahun 2016 sampai 2018 yang diumumkan pada Agustus 2019, UTA’45 Jakarta naik peringkat menjadi Kluster Madya pada urutan 303.

    Peningkatan kluster penelitian ini memberikan dampak positif bagi pemeringkatan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta  secara keseluruhan. Jika sebelumnya  peringkat UTA’45 Jakarta pada tahun 2016 berada di peringkat 1242 kluster 4 dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, menjadi ke peringkat 1000 pada tahun 2017 , dan meningkat lagi menjadi peringkat 601 pada tahun 2018 dan akhirnya menjadi peringkat 323 kluster 3 pada tahun 2019. Raihan keseluruhan total nilai ini juga tidak lepas dari prestasi kinerja penelitian yang telah diraih pada tahun 2018. Kinerja penelitian tahun 2018 menjadi dasar penilaian ranking keseluaruhan pada tahun 2019. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta   sebelumnya berada dalam klaster 4, tahun 2019 masuk dalam klaster 3.